Berita

SatRes Narkoba Polres Lombok Timur, Gagalkan Peredaran Narkoba Lombok-Sumbawa

29
×

SatRes Narkoba Polres Lombok Timur, Gagalkan Peredaran Narkoba Lombok-Sumbawa

Sebarkan artikel ini

Lombok Timur – Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Timur kembali berhasil menangkap terduga pelaku peredaran narkotika di Kawasan Pelabuhan Laut Kayangan Desa Labuhan Lombok Kecamatan Pringgabaya. Terduga pelaku ditangkap pada hari Kamis sekitar pukul 18.35 Wita.

Terduga Pelaku merupakan residivis kasus narkoba tahun 2020 dan divonis 5 tahun 3 bulan penjara. Ia menjalani hukumannya di Lapas Dompu. Dan pada awal agustus 2023, ia mendapat status bebas bersyarat.

Kasat Res Narkoba, AKP I Gusti Ngurah Bagus Saputra, SH., MH., menerangkan kronologis penangkapan tersebut. Bermula dari Sat Res Narkoba mendapatkan informasi tentang adanya pengiriman narkoba jenis shabu-shabu dari Lombok menuju Dompu. Berdasarkan informasi tersebut, Kasat Narkoba memerintahkan Tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan dan mendalami informasi. Berhasil mengidentifikasi mobil trevel yang ditumpangi terduga pelaku, Tim Opsnal membuntuti mobil tersebut.

Setelah mobil trevel memasuki kawasan Pelabuhan dan naik ke kapal fery, Tim Opsnal melakukan penyergapan dan mengamankan seorang laki-laki yang baru turun dari mobil trevel yang dicurigai membawa narkotika jenis shabu-shabu. Tim Opsnal menggiring dan membawa terduga pelaku ke Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Kayangan untuk dilakukan penggeledahan disaksikan oleh security dan masyarakat setempat.

“Kami lakukan penggeledahan badan dan pakaian yang dikenakan terduga pelaku, tepat di saku kanan bawah celana panjang yang dikenakan ditemukan satu bungkus sedang plastik berisi bubuk putih yang diduga shabu-shabu, pada tas selempang rajut milik terduga pelaku ditemukan juga satu bungkus besar plastic berisi bubuk putih yang diduga shabu-shabu disembunyikan di dalam bohlam lampu”, tutur Kasat Res Narkoba.

Dari terduga pelaku, Tim Opsnal berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 bungkus besar plastik berisi bubuk  putih yang diduga narkotika jenis shabu-shabu, 1 bungkus sedang plastik berisi bubuk putih yang diduga narkotika jenis shabu-shabu, 1 bohlam lampu, 1 kotak lampu merek lancar, 1 tas rajut selempang, 1 HP kecil merk Nokia, dan 1 buku saku warna hitam. Total barang bukti diduga shabu berat bruto 91,31 gram.

Terduga pelaku dikenakan Pasal 112 Ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit 800 juta rupiah dan paling banyak 8 milyar rupiah. Ia juga melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit 1 milyar rupiah dan paling banyak 10 milyar rupiah.