Berita

Pintu Masuk NTB Aman dari Barang Ilegal, Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar Lakukan Pemeriksaan Bongkaran Kapal

27
×

Pintu Masuk NTB Aman dari Barang Ilegal, Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar Lakukan Pemeriksaan Bongkaran Kapal

Sebarkan artikel ini
Pintu Masuk NTB Aman dari Barang Ilegal, Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar Lakukan Pemeriksaan Bongka

Lembar, Lombok Barat – Polsek Kawasan Pelabuhan Lembar, melaksanakan pemeriksaan bongkaran kapal di pintu masuk Provinsi NTB tepatnya di Pelabuhan PT ASDP Lembar Kab. Lombok Barat, Rabu (6/9/2023)

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar Iptu Adi Rijal P. Sipayung, S.Tr.K., mengatakan pemeriksaan ini dilakukan terhadap kendaraan dan penumpang yang turun dari KMP. SINDU TRITAMA.

Saat utu tengah bersandar di Dermaga III Pelabuhan PT ASDP Lembar. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mencegah masuknya barang ilegal, sajam, handak, narkoba maupun barang berbahaya lainnya ke wilayah NTB.

“Kami melakukan pemeriksaan terhadap surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK, serta barang bawaan penumpang. Kami juga mengawasi kondisi lalu lintas di area pelabuhan untuk mengantisipasi kemacetan,” kata Iptu Adi Rijal.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya barang ilegal, sajam, handak, narkoba maupun barang berbahaya lainnya. Semua kendaraan yang turun dari kapal juga dilengkapi dengan surat-surat yang lengkap.

Jumlah kendaraan dan penumpang yang turun dari KMP. SINDU TRITAMA adalah sebagai berikut:

Sepeda Motor : 11 unit

Kendaraan Kecil (KK) : 2 unit

Truk Mini ™ : 3 unit

Truk Sedang (TS) : 7 unit

Truk Besar (TB) : 1 unit

Bus Besar : – unit

Tronton : – unit

Trailer : – unit

Kegiatan pemeriksaan bongkaran kapal ini berakhir pada pukul 12.20 WITA. Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar mengapresiasi kerjasama dari semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.

“Kami berterima kasih kepada PT ASDP Lembar, awak kapal, pengemudi kendaraan, dan penumpang atas kerjasamanya dalam menjalani pemeriksaan ini. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan di pelabuhan dan di wilayah NTB,” ujar Iptu Adi Rijal.