Berita

Jualan di Masjid Polda NTB, Cendol Inaq Mar selalu diborong habis ‘Komendan

40
×

Jualan di Masjid Polda NTB, Cendol Inaq Mar selalu diborong habis ‘Komendan

Sebarkan artikel ini

Mataram – Inaq Mar, pedagang cendol asal Dasan Agung Kota Mataram tersenyum sumringah setelah dagangan cendol yang dibawanya saat berjualan di Masjid Baitussalam Polda NTB selalu ludes diborong seorang anggota Polri yang dia sendiri tidak mengetahui namanya.

“Silahkan pak, ini cendol gratis. Sudah dibayar sama bapak ‘komendan’,” kata Inaq Mar menawarkan cendolnya kepada orang-orang yang baru usai shalat Dzuhur di Masjid Baitussalam Polda NTB, Kamis (9/2/2023).

Saat ditanya ‘komendan’ siapa yang memborong cendol untuk dibagi-bagikannya secara gratis itu diapun menggelengkan kepalanya. “Saya tidak tahu. Tadi ada bapak ‘komendan’ yang membeli semua cendol saya terus meminta saya untuk membagi-bagikannya,” kata dia.

Inaq Mar juga mengaku kalau itu bukan kali pertama cendolnya diborong. Setiap kali dia bertemu dengan sosok yang dipanggilnya ‘komendan’ itu, cendolnya selalu diborong lalu diminta untuk membagi-bagikan kepada siapa saja yang mau.

“Pokoknya kalau saya ketemu dengan ‘komendan’ itu dia selalu borong cendol saya dan saya disuruh bagi-bagi ke orang – orang,” jelas Inaq Mar.

Inaq Mar ialah seorang janda yang kini hidup dengan beberapa anaknya yang masih kecil. Diakuinya usianya sekitar 55 tahun. Suaminya meninggal sekitar 12 tahun lalu dan dia membesarkan anak-anaknya dengan pendapatan dari berjualan cendol.

“Kadang sedikit yang laku. Pernah juga tumpah waktu saya bawa cendol. Ya tidak apa-apa. Namanya juga kita berusaha. Tapi saya yakin Tuhan sudah membagi-bagi rejeki sesuai dengan kebutuhan hambanya,” kisah Inaq Mar.

Setelah ditelusuri, ternyata sosok ‘komendan’ yang dimaksud Inaq Mar selalu memborong cendolnya tersebut ialah Kombes Pol Lalu Muhammad Iwan yang kini ditunjuk sebagai Plh. Kabid Humas Polda NTB.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kombes Pol Lalu Muhammad Iwan tidak banyak memberi keterangan mengenai apa yang selalu dilakukannya tersebut Ketika bertemu dengan Inaq Mar sang pedagang cendol. “Tidak terlalu perlu dibahas mas, InsyaAllah berkah,” kata dia singkat. (*)