BeritaBinkam

Rencana Rangkaian Perayaan Nyepi di Sekotong, Polsek Sekotong Berkoordinasi dengan Ketua PHDI

52
×

Rencana Rangkaian Perayaan Nyepi di Sekotong, Polsek Sekotong Berkoordinasi dengan Ketua PHDI

Sebarkan artikel ini
Rencana Rangkaian Perayaan Nyepi di Sekotong

Lombok Barat, NTB – Polsek Sekotong berkoordinasi bersama ketua PHDI Kecamatan Sekotong, terkait pawai ogoh ogoh dalam rangka Hari Raya Nyepi tahun Caka 1945.

Kapolsek Sekotong, Polres Lombok Barat, Polda NTB, Iptu I Kedek Sumerta, SH mengatakan ini bertujuan agar terjalinnya komunikasi. Terutama terkait dengan kegiatan Pengamanan.

“Sekaligus menginventarisir lokasi-pokasi mana saja yang akan melaksanakan pawai ogoh-ogoh di kecamatan sekotong, Kabupaten Lombok Barat,” ungkapnya.

Sehingga, jajarannya mengunjungi Ketua PHDI kecamatan Sekotong  dan Ketua Adat Desa Sekotong Barat. Bertempat di Dusun Nusa Damai Desa Pelangan dan Dusun Batu leong desa Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat.

“jadi kita berkoordinasi dengan ketua PHDI Kecamatan Sekotong terkait pawai ogoh ogoh, dalam rangka Hari Raya Nyepi tahun Caka 1945,” katanya.

Adapun rangkaian perayaan Nyepi bagi umat Hindu di sekotong meliputi kegiatan melasti di pura segara pelangan,  pada Minggu (19/3/2023). Dalam kegiatan melasti ini nantinya sebanyak 8 banjar yang mengikutinya dengan dengan estimasi 800 orang.

“Terkait dengan kegiatan ogoh-ogoh, pelaksanaannya pada pukul 14.00 wita, Selasa (21/3/2023) dengan titik kumpul di Pura  Desa Pelangan,” imbuhnya.

Dengan rute menggunakan jalan raya utama Desa Pelangan, dari Pura Desa menuju pertigaan Pelangan, kembali ke Pura Desa Pelangan.

“Lokasi Finish bertempat di Balai Pura  Desa  dan melanjutkannya dengan upacara manca sanak atau mencaru,” ucapnya.

Pada koordinasi di lokasi lainnya yakni bersama ketua adat Desa Sekotong Barat, bahwa upacara melasti juga akan melaksanakannya pada, Minggu (19/3/2023).

“Rencana acara melasti di Pura Segara Dusun Batu Leong Desa Sekotong Barat, oleh warga Desa Kedaro dan Warga Dusun Batu Leong Desa Sekotong Barat yang beragama hindu. Dengan estimasi kurang lebih 400 orang,” imbuhnya.

Sehingga, untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan Kamtibmas, Pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan.

“Agar kegiatan ibadah Masyarakat bisa berjalan dengan aman, nyaman, demikian juga masyarakat pengguna jalan lainnya,” tandasnya.