Berita

Satu Lagi Korban Meninggal Dunia dan Dua Mengalami Luka Bakar Akibat Disambar Petir

40
×

Satu Lagi Korban Meninggal Dunia dan Dua Mengalami Luka Bakar Akibat Disambar Petir

Sebarkan artikel ini

LOMBOK TENGAH, NTB – Satu lagi korban meninggal dunia dan dua orang mengalami luka bakar akibat disambar petir di Saung Dusun Lingkuk Patung Desa Wakan Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur pada Senen 27/03/2023 sekitar pukul 17.00 wita.

 

Satu korban merupakan seorang perempuan meninggal dunia dan dua korban mengalami luka bakar dan masih dirawat di Puskesmas Awang Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

 

Kapolres Lombok Tengah AKBP Irfan Nurmansyah, SIK, MM melalui Kapolsek Kawasan Mandalika AKP I Made Dimas Widyantara, SIK membenarkan peristiwa tersebut.

 

Ia menyampaikan bahwa korban meninggal dunia atas nama inaq Budi, 50 tahun alamat Dusun Lingkuk Patung Desa Mertak Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

 

Sementara korban luka bakar atas nama Amaq Budi, 50 tahun dan Lacim, Perempuan, 45 tahun sama sama beralamat di Dusun Lingkuk Patung Desa Mertak Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

 

“Menurut informasi bahwa ketiganya merupakan satu keluarga” Kata AKP Dimas.

 

AKP Dimas menyampaikan kronologis kejadiannya berdasarkan keterangan saksi saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

 

Berawal pada saat satu keluarga yang berjumlah 7 orang berangkat dari rumahnya menuju lokasi kejadian untuk panen jagung.

 

Pada saat sedang panen jagung situasi cuaca dalam keadaan hujan sehingga korban dan keluarganya yang lain menghentikan aktivitasnya dan berteduh di sebuah gubuk kecil yang dibangun di bawah pohon.

 

Secara tiba-tiba petir menyambar bangunan kecil tersebut dan mengenai korban sehingga akibat dari peristiwa tersebut satu korban meninggal dunia dan 2 orang mengalami luka bakar.

 

Kemudian korban di bawa oleh pihak keluarga dengan menggunakan Ambulance Kantor Desa Mertak menuju rumah duka sedangkan korban yang mengalami luka bakar di bawa ke Puskesmas Awang untuk mendapatkan perawatan Medis.

 

“Atas peristiwa tersebut pihak keluarga korban menerima dan mengikhlaskan kematian korban dan menganggapnya sebagai sebuah musibah” Tutup AKP Dimas.