Berita

FGD Dalam Rangka Cegah Faham Radikal Dilakukan Polres Lotim

25
×

FGD Dalam Rangka Cegah Faham Radikal Dilakukan Polres Lotim

Sebarkan artikel ini

Lombok Timur – Kepolisian Resor Lombok Timur gelar Focus Group Discussion (FGD) kontra radikal dengan tema “Terorisme Musuh Kita Bersama” di Aula Gedung Dharma Polres Lombok Timur kemarin. Sabtu ( 15/07/23).pukul 09.40 Wita.

P.S.,Kasi Humas Polres Lotim Iptu Nikolas Osman, menjelaskan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Divisi Humas Polri dan mitra Polri, serta narasumber dari Kepolisian dan Kepala Bakesbangpoldagri Lotim.

Dalam FGD ini, hadir pula Kasat Binmas, pejabat utama Polres Lotim, perwakilan Kapolsek jajaran, Bahab, Kabid PFO Bakesbangpoldagri, Ketua HMI Cabang Selong dan Sekum, Ketua PMII Cabang Lombok Timur, perwakilan dari akademisi, dan beberapa peserta lainnya.

Kapolres Lotim, AKBP Hery Indra Cahyono, menekankan bahwa Polres Lotim bersama dengan instansi lainnya tetap menjalin komunikasi dan koordinasi guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Beliau berharap kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi para peserta dan masyarakat yang ada di Kabupaten Lombok Timur.

Nikolas Osman saat ditemui menerangkan;  menyampaikan bahwa siapa saja dapat terpapar pemahaman radikal dan terorisme. Terorisme tidak dapat dinilai berdasarkan penampilan fisik seperti berjenggot, celana cingkrang, atau bercadar. Ia juga mengingatkan agar tidak menghakimi seseorang sebagai teroris hanya berdasarkan penampilan. Nasir Abbas menjelaskan bahwa terorisme disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, kebodohan, pengaruh guru yang salah, dan rasa ketidakadilan, yang berpotensi memicu aksi terorisme.

Dengan digelarnya FGD kontra radikal ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait bahaya radikalisme dan terorisme. Kepolisian bersama dengan berbagai pihak terus bekerja sama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah penyebaran ideologi radikal yang dapat mengancam kedamaian di Kabupaten Lombok Timur.Pungkas Osman.